Lewati ke konten utama

Tunjangan Anak di Jepang (Jidou Teate) 2026: Syarat, Jumlah, dan Cara Mengajukan

Sekitar 6 menit membaca

Keluarga asing yang punya juuminhyou juga berhak menerima Jidou Teate. Ini syarat, jumlah per bulan, jadwal transfer bulan genap, dan aturan 15 hari yang sering membuat tunjangan hangus.

児童手当をもらおう - Tunjangan anak (Jidou Teate) di Jepang: syarat, jumlah, dan cara mengajukan di kantor kota

Banyak keluarga Indonesia yang tinggal di Jepang belum tahu bahwa mereka berhak menerima Jidou Teate (児童手当), yaitu tunjangan anak bulanan dari pemerintah Jepang. Tunjangan ini bukan hanya untuk warga negara Jepang. Selama Anda dan anak Anda punya registrasi penduduk (juuminhyou / 住民票) di kota tempat tinggal, keluarga asing juga bisa menerimanya.

Artikel ini menjelaskan syarat, jumlah, jadwal transfer, dan cara mengajukan, berdasarkan informasi resmi Kodomo Katei Cho (こども家庭庁) yang diperiksa pada 6 Agustus 2026.

Apa itu Jidou Teate?

Jidou Teate adalah tunjangan bulanan untuk orang yang membesarkan anak sampai anak tersebut selesai usia SMA. Tujuannya membantu kestabilan ekonomi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak.

Sejak jatah bulan Oktober 2024 (Reiwa 6) sistemnya diperluas:

  • batas usia dinaikkan dari lulus SMP menjadi sampai akhir tahun ajaran saat anak berusia 18 tahun
  • batas penghasilan orang tua dihapus
  • jumlah untuk anak ketiga dan seterusnya dinaikkan menjadi 30.000 yen
  • pembayaran menjadi 6 kali setahun

Siapa yang berhak menerima?

Menurut Kodomo Katei Cho dan penjelasan Kota Yokohama:

  • Penerima: orang yang membesarkan anak dan punya registrasi penduduk di Jepang
  • Anak yang dihitung: anak dari 0 tahun sampai tanggal 31 Maret pertama setelah anak berusia 18 tahun

Hal penting bagi warga asing:

  • Syaratnya adalah registrasi penduduk, bukan kewarganegaraan. Pemegang Ginou Jisshuu, Tokutei Ginou, Gijutsu-Jinbun-Kokusai, Kazoku Taizai, Teijuusha, dan status lain yang bisa membuat juuminhyou umumnya termasuk.
  • Status "Tanki Taizai" (短期滞在 / kunjungan singkat) tidak bisa membuat juuminhyou, sehingga tidak termasuk.
  • Pada dasarnya anak harus tinggal di Jepang. Kalau anak tinggal di Indonesia, umumnya tidak dibayarkan.
  • Kalau penerima adalah pegawai negeri (koumuin), pengajuan dilakukan di tempat kerja, bukan di kantor kota.

Berapa jumlahnya per bulan?

Per anak, per bulan:

  • Di bawah 3 tahun: 15.000 yen (30.000 yen jika anak ketiga atau seterusnya)
  • 3 tahun sampai usia SMA: 10.000 yen (30.000 yen jika anak ketiga atau seterusnya)

Sudah tidak ada lagi penghentian pembayaran karena penghasilan orang tua terlalu tinggi.

Cara menghitung "anak ketiga"

"Anak ketiga" dihitung dari anak yang paling tua. Yang dihitung bukan hanya anak yang menerima tunjangan, tetapi juga kakak sampai tanggal 31 Maret pertama setelah ulang tahun ke-22, selama orang tua masih menanggung biaya hidupnya.

Contoh dari Kota Yokohama, keluarga dengan anak 21 tahun, anak kelas 2 SMA, dan anak kelas 4 SD:

  • Anak ke-1 (21 tahun): tidak menerima tunjangan, tetapi tetap dihitung sebagai anak pertama
  • Anak ke-2 (SMA kelas 2): 10.000 yen per bulan
  • Anak ke-3 (SD kelas 4): 30.000 yen per bulan

Untuk kakak usia 18 sampai 22 tahun ini biasanya perlu menyerahkan formulir "kango soutou seikeihi no futan ni tsuite no kakuninsho" (監護相当・生計費の負担についての確認書).

Kapan uang masuk ke rekening?

Pembayaran dilakukan 6 kali setahun pada bulan genap: Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. Setiap kali dibayarkan jatah 2 bulan sebelumnya.

Contoh: transfer bulan Agustus adalah untuk jatah bulan Juni dan Juli. Transfer bulan Juni adalah untuk jatah April dan Mei.

Tanggal transfer berbeda tiap kota. Di Yokohama sekitar tanggal 15 pada bulan pembayaran, dan jika tanggal 15 jatuh pada Sabtu, Minggu, atau hari libur biasanya dimajukan ke hari kerja sebelumnya. Cek tanggal pastinya di situs kota Anda.

Cara mengajukan: ingat aturan 15 hari

Ini bagian yang paling sering membuat keluarga kehilangan uang.

Ajukan Nintei Seikyuusho (認定請求書) di kantor kota tempat Anda terdaftar:

  • Saat anak lahir: dalam 15 hari dihitung dari hari berikutnya setelah tanggal lahir
  • Saat pindah dari kota lain: dalam 15 hari dihitung dari hari berikutnya setelah tanggal pindah (tenshutsu yoteibi)

Pada dasarnya tunjangan dibayar mulai bulan setelah bulan pengajuan. Tetapi jika tanggal lahir atau tanggal pindah dekat akhir bulan, selama Anda mengajukan dalam 15 hari tersebut, jatah dihitung mulai bulan kejadian meskipun pengajuan masuk di bulan berikutnya.

Kalau terlambat, jatah bulan yang terlewat pada dasarnya hangus dan tidak bisa diminta kembali.

Kalau Anda melahirkan di kota lain (satogaeri shussan), pengajuan Jidou Teate tetap harus dilakukan di kota tempat Anda terdaftar. Pendaftaran kelahiran (shusshou todoke) dan pengajuan Jidou Teate adalah dua hal yang berbeda.

Dokumen yang biasanya diminta

Dokumen berbeda tiap kota, tetapi umumnya:

  • Formulir Nintei Seikyuusho
  • Bukti kepesertaan asuransi kesehatan atau pensiun bagi karyawan, misalnya My Number Card yang sudah didaftarkan sebagai kartu asuransi kesehatan, shikaku shoumeisho, atau salinan bukti kepesertaan nenkin
  • Nomor rekening bank atas nama pemohon sendiri, tidak boleh atas nama anak atau pasangan
  • My Number pemohon, pasangan, dan anak
  • Kalau per 1 Januari tahun ini Anda belum terdaftar di kota tersebut: surat keterangan penghasilan untuk Jidou Teate dari kota sebelumnya
  • Zairyu Card dan paspor untuk verifikasi identitas

Banyak kota sekarang menerima pengajuan online lewat Mynaportal menggunakan My Number Card.

Kalau pindah alamat atau ganti status pekerjaan

Laporkan ke kantor kota jika:

  • anak tidak lagi Anda asuh
  • alamat Anda, pasangan, anak, atau kakak yang dihitung berubah, termasuk pindah ke luar negeri
  • nama berubah
  • jenis pensiun yang Anda ikuti berubah, termasuk saat Anda menjadi pegawai negeri
  • Anda berhenti menjadi pegawai negeri, maka dalam 15 hari harus mengajukan ulang di kantor kota

Kalau anak tinggal di Indonesia

Pada dasarnya, jika anak tidak punya alamat di Jepang, tunjangan untuk anak tersebut tidak dibayarkan.

Pengecualian hanya untuk anak yang berada di luar negeri untuk bersekolah, jika memenuhi seluruh syarat berikut:

  1. sebelum meninggalkan Jepang, anak telah tinggal di Jepang secara terus-menerus lebih dari 3 tahun
  2. anak berada di luar negeri untuk tujuan pendidikan dan tidak tinggal bersama orang tua
  3. belum lewat 3 tahun sejak anak tidak lagi punya alamat di Jepang

Sebaliknya, jika kedua orang tua tinggal di luar negeri dan anak dititipkan kepada kakek-nenek di Jepang, orang tua bisa menunjuk "fubo shiteisha" (父母指定者) sehingga orang yang ditunjuk itulah yang menerima tunjangan.

Genkyou-todoke (現況届)

Dulu semua penerima wajib menyerahkan Genkyou-todoke setiap bulan Juni. Sejak jatah bulan Juni 2022 (Reiwa 4), menurut Kodomo Katei Cho, pada dasarnya sudah tidak diperlukan lagi.

Tetapi hati-hati: tiap kota boleh tetap memintanya. Kota Yokohama, misalnya, pada halaman resminya yang diperbarui 17 Juni 2026 masih menulis bahwa penerima perlu menyerahkan Genkyou-todoke setiap bulan Juni. Jadi jangan berasumsi, ikuti petunjuk kota tempat Anda tinggal. Kalau diminta dan tidak diserahkan, tunjangan mulai jatah bulan Juni bisa berhenti.

Selain itu, kelompok berikut tetap wajib menyerahkan Genkyou-todoke: orang yang sedang dalam proses perceraian dan tinggal terpisah dari pasangan, orang yang menerima tunjangan di kota berbeda dari alamat juuminhyou karena kekerasan dari pasangan, penerima jenis fasilitas, dan orang yang diminta secara khusus oleh kotanya.

Hal yang sering membuat tunjangan hilang

  • Terlambat lewat 15 hari saat anak lahir atau saat pindah kota
  • Mengira pendaftaran kelahiran otomatis menjadi pengajuan Jidou Teate
  • Pindah kota tanpa mengajukan ulang di kota baru
  • Menuliskan rekening atas nama anak atau pasangan
  • Tidak melapor saat menjadi atau berhenti menjadi pegawai negeri
  • Mengabaikan surat dari kantor kota karena tulisannya berbahasa Jepang

Kalau surat dari kantor kota sulit dibaca, bawa surat itu ke loket dan minta bantuan. Banyak kota menyediakan juru bahasa atau tablet penerjemah.

Biaya penitipan anak dan uang makan sekolah

Kota boleh memotong biaya penitipan anak (hoikuryou) langsung dari Jidou Teate. Untuk uang makan sekolah (kyuushokuhi) dan beberapa biaya sekolah lain, pemotongan dilakukan hanya jika penerima sendiri yang mengajukannya. Pelaksanaannya berbeda tiap kota.

Catatan: bantuan sekali 20.000 yen sudah selesai

Terpisah dari Jidou Teate, pemerintah Jepang pernah memberikan "Bukka-daka Taiou Kosodate Ouen Teate" (物価高対応子育て応援手当) sebesar 20.000 yen per anak, satu kali saja. Menurut situs Kodomo Katei Cho, call center program ini berhenti beroperasi pada 31 Juli 2026, sehingga program ini bukan sesuatu yang bisa diajukan sekarang. Kalau Anda merasa berhak tetapi belum menerimanya, tanyakan langsung ke kantor kota.

Baca juga

Sumber resmi

Diperiksa terakhir pada 6 Agustus 2026:

  • こども家庭庁「児童手当制度のご案内」 — https://www.cfa.go.jp/policies/kokoseido/jidouteate/annai
  • こども家庭庁「児童手当Q&A」 — https://www.cfa.go.jp/policies/kokoseido/jidouteate/faq/ippan
  • こども家庭庁「もっと子育て応援!児童手当」 — https://www.cfa.go.jp/policies/kokoseido/jidouteate/mottoouen
  • こども家庭庁「物価高対応子育て応援手当」 — https://www.cfa.go.jp/policies/kokoseido/kosodate-ouenteate
  • 横浜市「児童手当-概要」 — https://www.city.yokohama.lg.jp/kosodate-kyoiku/oyakokenko/teate/teate/jite-gaiyou.html

Catatan penting

Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi yang diperiksa pada 6 Agustus 2026 dan bukan merupakan nasihat hukum. Detail pelaksanaan, tanggal transfer, dan dokumen yang diminta berbeda di setiap kota, dan aturan bisa berubah. Untuk keputusan resmi mengenai kasus Anda, selalu konfirmasi ke kantor kota tempat Anda terdaftar.

BagikanWhatsAppLINEFacebook