Lewati ke konten utama

Jidou Teate (Tunjangan Anak) di Jepang 2026: Besaran, Aturan 15 Hari, dan Anak yang Tinggal di Indonesia

Sekitar 6 menit membaca

Jidou Teate ¥15.000–¥30.000 per bulan tanpa batas penghasilan, dibayar 6 kali setahun di bulan genap. Telat mengajukan berarti jatah bulan itu hangus, dan anak yang tinggal di Indonesia pada dasarnya tidak masuk hitungan.

Ilustrasi orang tua dan anak kecil di depan meja kantor kota Jepang dengan formulir pengajuan tunjangan anak dan ikon kalender, koin, serta buku rekening.

Jidou Teate (Tunjangan Anak) di Jepang 2026: Besaran, Cara Klaim, dan Aturan Anak yang Tinggal di Indonesia

Banyak pekerja Indonesia di Jepang baru tahu soal jidou teate (児童手当) setelah anaknya lahir beberapa bulan. Padahal tunjangan ini tidak dibayar mundur kalau Anda telat mendaftar. Artikel ini merangkum aturan yang berlaku saat ini: berapa besarnya, kapan uangnya masuk, bagaimana cara mengajukan, dan satu hal yang paling sering disalahpahami — nasib anak yang tinggal di Indonesia.

Informasi dalam artikel ini dikonfirmasi ke situs resmi Kodomo Katei Chou (こども家庭庁) pada 10 September 2026.

Apa itu jidou teate

Jidou teate adalah tunjangan bulanan dari pemerintah Jepang untuk orang yang membesarkan anak (bukan untuk anaknya langsung). Uang masuk ke rekening orang tua atau wali yang terdaftar sebagai penerima.

Poin dasarnya:

  • Anak yang dihitung: sejak lahir sampai 31 Maret pertama setelah anak berusia 18 tahun (jadi sampai kelas 3 SMA selesai)
  • Tidak ada batas penghasilan. Sejak jatah bulan Oktober 2024, batas penghasilan dihapus, sehingga jumlah penuh dibayarkan tanpa melihat gaji Anda
  • Yang mengurus adalah kantor kota (shiyakusho / yakusho) tempat Anda terdaftar. Untuk pegawai negeri (koumuin), pengajuan dilakukan lewat tempat kerja

Berapa besarnya per bulan

Besaran per anak, per bulan:

  • Anak di bawah 3 tahun: ¥15.000
  • Anak 3 tahun sampai usia SMA (sampai 31 Maret pertama setelah ulang tahun ke-18): ¥10.000
  • Anak ketiga dan seterusnya: ¥30.000 (berlaku untuk semua kelompok umur di atas)

Cara menghitung urutan anak ketiga tidak sesederhana yang dikira. Yang dihitung adalah urutan dari anak tertua, dan kakak yang sudah lewat usia SMA masih ikut dihitung selama belum melewati 31 Maret pertama setelah ulang tahun ke-22.

Contoh: anak pertama usia 20 tahun (kuliah), anak kedua usia 16 tahun, anak ketiga usia 2 tahun. Anak pertama tidak menerima tunjangan karena sudah lewat usia SMA, tetapi tetap dihitung sebagai anak ke-1. Maka anak yang usia 2 tahun dihitung sebagai anak ketiga dan mendapat ¥30.000 per bulan, bukan ¥15.000.

Perhitungan kakak yang sudah dewasa ini ada syarat administratifnya di masing-masing kota, jadi sampaikan jumlah dan usia semua anak Anda saat mendaftar — jangan hanya menyebut anak yang masih kecil.

Kapan uangnya masuk

Pembayaran dilakukan 6 kali setahun, di bulan genap: Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. Setiap kali pembayaran mencakup 2 bulan jatah sebelumnya.

Jadi transfer bulan Oktober adalah jatah Agustus dan September. Kalau anak Anda lahir bulan September dan Anda mendaftar tepat waktu, uang pertama biasanya baru terlihat di transfer bulan Desember — itu normal, bukan berarti pengajuan Anda ditolak.

Tanggal transfer di dalam bulan tersebut ditentukan masing-masing kota, jadi cek pengumuman kota Anda sendiri.

Syarat yang paling sering menggagalkan warga asing

Ini bagian yang wajib dibaca kalau keluarga Anda belum semuanya di Jepang.

Prinsipnya: tunjangan diberikan kalau anak tinggal di Jepang (punya alamat terdaftar di Jepang). Anak yang tinggal di Indonesia — ikut kakek-nenek, misalnya — pada dasarnya tidak mendapat jidou teate, walaupun Anda mengirim uang setiap bulan dan anak itu tercatat sebagai tanggungan Anda untuk urusan pajak.

Perlu dibedakan: status tanggungan untuk potongan pajak (fuyou koujo) dan hak atas jidou teate adalah dua sistem berbeda dengan syarat berbeda. Anak di Indonesia bisa saja diakui untuk urusan pajak, tapi tetap di luar jidou teate.

Pengecualian: anak yang sekolah di luar negeri

Ada satu pengecualian, yaitu anak yang belajar di luar negeri (ryuugaku). Semua syarat berikut harus terpenuhi sekaligus:

  1. Sampai hari sebelum anak berhenti punya alamat di Jepang, anak tersebut sudah tinggal di Jepang secara berturut-turut lebih dari 3 tahun
  2. Anak tinggal di luar negeri dengan tujuan menempuh pendidikan, dan tidak tinggal serumah dengan orang tua (atau wali)
  3. Belum lewat 3 tahun sejak tanggal anak berhenti punya alamat di Jepang

Artinya, anak yang sejak awal tidak pernah tinggal di Jepang tidak masuk pengecualian ini. Pengecualian ini dibuat untuk anak yang sudah lama tinggal di Jepang lalu pergi sekolah ke luar negeri.

Kalau orang tua yang di luar negeri

Ada juga situasi sebaliknya: orang tua berada di luar negeri sementara anak tinggal di Jepang bersama kakek-nenek atau kerabat. Dalam kasus ini, orang tua yang menanggung biaya hidup anak dapat menunjuk orang yang tinggal serumah dengan anak di Jepang sebagai fubo shiteisha (父母指定者), dan tunjangan dibayarkan kepada orang yang ditunjuk itu.

Cara mengajukan: aturan 15 hari

Pengajuan disebut nintei seikyuu (認定請求) dan diajukan ke kantor kota tempat Anda terdaftar.

Waktunya:

  • Ajukan dalam 15 hari terhitung sejak hari setelah tanggal lahir anak, atau hari setelah tanggal pindah masuk (tennyuu)
  • Pada dasarnya tunjangan dihitung mulai bulan berikutnya setelah bulan pengajuan
  • Tetapi kalau Anda mengajukan dalam 15 hari sejak hari setelah kejadian tersebut, tunjangan dihitung mulai bulan pengajuan — inilah yang disebut tokurei 15 hari

Yang perlu diingat: kalau terlambat, jatah bulan yang lewat pada dasarnya hangus. Tidak ada pembayaran mundur karena alasan tidak tahu atau sibuk kerja. Ini alasan kenapa pengajuan sebaiknya digabung sekalian saat Anda melapor kelahiran (shussei todoke) atau melapor pindah masuk.

Sekadar catatan agar tidak salah baca artikel lama: batas 31 Maret 2025 untuk mengejar jatah mundur dari perluasan Oktober 2024 sudah lewat. Pengajuan baru sekarang dihitung dari bulan pengajuan, bukan dari 2024.

Dokumen yang diminta berbeda-beda antar kota. Umumnya kantor kota meminta identitas pemohon, nomor My Number, dan rekening bank atas nama pemohon. Cek daftar resmi di situs kota Anda sebelum berangkat supaya tidak bolak-balik.

Kalau pindah kota atau ada perubahan

Jidou teate tidak otomatis pindah mengikuti Anda. Kalau pindah ke kota lain, Anda harus mengajukan permohonan baru di kota yang baru — dan tenggat 15 hari itu berlaku lagi, dihitung dari hari setelah tanggal tennyuu. Urutan tenshutsu todoke dan tennyuu todoke dibahas terpisah di panduan pindah alamat antar kota.

Laporan juga diperlukan ketika ada perubahan seperti pindah keluar (termasuk pindah ke luar Jepang), perubahan nama, perubahan status pasangan, atau perubahan jenis pensiun.

Laporan tahunan (genkyou todoke) pada dasarnya sudah tidak diperlukan sejak jatah bulan Juni tahun Reiwa 4, tetapi masih wajib untuk sebagian orang — misalnya yang sedang dalam proses perceraian dan tinggal terpisah, atau bila kantor kota memang mengirim permintaan. Kalau Anda menerima amplop dari kantor kota soal jidou teate, jangan diabaikan.

Lima kesalahan yang paling sering terjadi

  1. Menunggu sampai ada waktu luang untuk mengurus. Jatah bulan yang terlewat tidak dibayar mundur
  2. Mengira pindah kota tidak perlu daftar ulang. Perlu, dan tenggat 15 hari berlaku lagi
  3. Hanya menyebut anak kecil saat mendaftar. Kakak yang belum lewat 31 Maret pertama setelah usia 22 tahun ikut menentukan apakah anak Anda dihitung sebagai anak ketiga
  4. Mengira anak di Indonesia otomatis dapat karena sudah jadi tanggungan pajak. Dua sistem yang berbeda
  5. Mengabaikan surat dari kantor kota. Sebagian orang tetap wajib mengirim genkyou todoke, dan pembayaran bisa terhenti kalau tidak dibalas

Checklist singkat

  • Anak lahir atau baru pindah masuk? Ajukan nintei seikyuu dalam 15 hari sejak hari berikutnya
  • Sebutkan semua anak beserta usianya, termasuk yang sudah kuliah
  • Siapkan rekening atas nama pemohon
  • Pindah kota? Daftar ulang di kota baru
  • Anak akan pulang ke Indonesia dalam waktu lama? Tanyakan lebih dulu ke kantor kota, karena hak tunjangan bisa berhenti

Urusan kantor kota lain yang biasanya bersamaan dengan ini: kartu asuransi kesehatan dan maina hokenshou, serta pajak daerah juuminzei yang tagihannya sering datang belakangan. Kalau Anda berencana pulang ke Indonesia untuk seterusnya, baca juga tanya jawab dattai ichijikin.

Penutup

Jidou teate bukan bantuan yang sulit didapat — syaratnya jelas dan tidak melihat besar gaji. Yang menentukan hanya satu: apakah Anda mendaftar tepat waktu di kantor kota yang benar.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi yang dikonfirmasi pada 10 September 2026 dan bersifat informasi umum, bukan nasihat hukum atau keuangan. Rincian pelaksanaan, dokumen, dan tanggal transfer dapat berbeda antar kota dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan yang menyangkut kasus Anda sendiri, konfirmasikan ke kantor kota tempat Anda terdaftar.

BagikanWhatsAppLINEFacebook