Lewati ke konten utama

Bahasa Jepang saat Keadaan Darurat dan Kecelakaan Kerja

Sekitar 1 menit membaca
TL;DR:

  1. Darurat medis/kebakaran: telepon 119; kejahatan: 110.
  2. Frasa inti: 助けて (tolong!), 救急車 (ambulans), ケガ (luka).
  3. Saat kecelakaan kerja, beri tahu atasan segera dan urus 労災.
📌 Artikel ini ditujukan untuk: semua pekerja Indonesia — di saat darurat, setiap detik berharga.

Nomor apa yang ditelepon saat darurat?

  • 119: ambulans (救急車 / kyūkyūsha) dan kebakaran (火事 / kaji).
  • 110: polisi (警察 / keisatsu).

Saat menelepon 119, sebutkan dulu 「救急です」 atau 「火事です」, lalu alamat (住所) dan kondisi singkat.

Apa frasa darurat yang wajib dihafal?

  • 「助けて!」 (tolong!)
  • 「救急車を呼んでください」 (panggil ambulans)
  • 「ケガをしました」 (ada yang terluka)
  • 「火事です!」 (kebakaran!)
  • 「逃げて!」 (lari/menyingkir!)

Apa yang dilakukan saat kecelakaan kerja?

  • Amankan diri dan korban, lalu beri tahu atasan segera.
  • Jika serius, telepon 119.
  • Ingat: cedera kerja ditanggung 労災保険 (rōsai hoken) — minta perusahaan urus formulirnya, dan jika perlu hubungi 労働基準監督署.

FAQ

Nomor darurat? 119 (ambulans/kebakaran), 110 (polisi).

Apa yang dikatakan saat menelepon 119? 救急/火事, lalu alamat dan kondisi.

Sumber

  • 消防庁 (119/救急): https://www.fdma.go.jp/
  • 厚生労働省 (労災): https://www.mhlw.go.jp/stf/seisakunitsuite/bunya/koyou_roudou/roudoukijun/rousai/

Disclaimer: Informasi ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum, pajak, atau medis resmi. Selalu rujuk instansi terkait atau profesional untuk keputusan penting.